Skip to content

sate kakul

SATE KAKUL

September 21, 2012 by: admin

Meski berasal dari daerah Bali, menu ini bisa cocok dengan lidah Anda. Sehingga bisa jadi sajian makan siang atau makan malam yang nikmat.
Bahan:
350 gram kerang darah (ukuran agak besar)
2 batang serai, memarkan
1 sendok makan air asam jawa (1 sendok teh asam + 1 sendok makan air)
1 sendok teh garam
tusuk sateBumbu Halus :
5 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 cm jahe
2 cm kencur
3 butir kemiri, sangrai
1 sendok teh terasi, goreng
1 sendok teh garam

Bahan Saus:
4 siung bawang putih
3 buah cabai merah, potong – potong
3 buah cabai rawit, potong – potong
100 gram kacang tanah goreng, haluskan
75 gram kelapa muda parut kasar, sangrai, haluskan
2 1/2 sendok makan kecap manis
400 ml air panas
1 sendok teh garam

Cara membuat:

Rebus kerang bersama serai, air asam jawa, dan garam sampai mendidih. Angkat dan tiriskan.Campur bumbu halus dan kerang. Aduk rata.Tusuk – tusuk kerang dengan tusukan sate. Bakar di atas bara hingga matang.Saus, tumis bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit sampai harum. Angkat. Haluskan. Tambahkan kacang tanah, kelapa parut, dan kecap manis. Aduk rata.Masukkan air dan garam. Aduk rata.Sajikan sate kakul bersama sausnya. Dn

tipat & rujak khas buleleng

Jajan Tipat Cantok dan Rujak Buleleng

Odilia Winneke – detikFood

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jajan Tipat Cantok dan Rujak Buleleng
Foto: http://www.detikfood.com Jakarta – Pengin mencicipi makanan khas Bali yang sedap? Mampirlah ke warung ini. Tipat cantok yang berbalut bumbu kacang rasanya pedas-pedas gurih. Jajan Bali yang legit, gurih dan hangat bermandikan saus gula merah sungguh membelai lidah. Hmm… jangan lupa pesan juga rujak khas Bulelengnya!

Banyak yang bilang makanan khas Bali kurang sedap. Karena itulah saya sengaja berputar mencari-cari warung Mira yang ada di Jl. Katrangan, saat berada di Denpasar. Konon warung sederhana ini menawarkan makanan Bali yang sedap dan enak. Pencarian saya berakhir di warung sederhana,berupa ruangan ruko berisi beberapa kursi dan meja bundar dan panjang.

Menunya tertulis di papan putih di salah satu sisi tembok. Selain tipat cantok, ada plecing kebyos, plecing serelimo, rujak buleleng, jajan bali, jukut undis, rawon pangi, sudang lepet dan sate babi. Harga yang ditawarkan rata-rata Rp 5.000,00 per porsi. Harga yang lumayan murah untuk kawasan Denpasar.

Yang membuat saya makin yakin kalau makanan di warung ini sedap karena pembeli yang tak pernah surut baik yang jajan di tempat atau dibawa pulang. Di dalam lemari kaca saya melihat aneka jajan Bali yang masih hangat mengepul berikut semangkuk besar saus gula merah yang menguar wangi. Tawon-tawonpun berkeliaran mengitari wadah gula merahnya.

Rujak dan tipat yang dipesan akan diracik langsung. Diuleg di dalam cobek tanah yang besar. Hmm… langsung terbayang kesegaran si tipat dan rujak yang saya pesan. Tipat cantok ini tak lain adalah ketupat berikut sayuran berbumbu kacang. Jadi mirip lotek atau gado-gado uleg yang jadi favorit saya!

Plecing kebyos yang saya pesan disajikan lebih dulu. Isinya kangkung, kacang panjang dan tauge yang diberi topping kelapa parut berbumbu urap dan ditaburi kacang tanah goreng. Sedangkan jika diaduk jadi satu seperti urap disebut plecing serelimo.

Setelah diaduk rata, plecing ini rasanya sungguh sedap. Kacang panjang dan kangkungnya terasa krenyes segar beradu dengan bumbu kelapa yang pedas gurih plus kacang tanah goreng yang garing. Tak seperti urap, plecing ini tidak memakai kencur sehingga dominan aroma bawang putih dan cabai.

Porsi tipat cantoknya tak berapa besar. Potongan kecil ketupat berbaur dengan irisan tahu, tauge dan kacang panjang diselimuti bumbu kacang. Bumbu yang diuleg tak terlalu halus memberi jejak krenyes gurih yang enak. Ada smeburat pedas, gurih, manis dengan tonjokan bawang putih yang kuat. Taburan bawang merah goreng membuat tipat ini jadi sedap. Kesegarannya sangat terasa karena dibuat a la minute.

Aroma rujak yang sejak awal sudah menggoda saya ternyata memang dahsyat. Rujak gula cuka Buleleng ini memang khas kawasan Buleleng. Memakai gula merah Buleleng yang harum plus irisan tipis pisang batu. Buah-buahannya diserut tipis melebar panjang; pepaya mengkal, bengkuang, mangga muda, nanas dan timun. Bumbu rujaknya diaduk rata sehingga sedikit berair.

Sekali suap langsung terasa manis asam gula merah yang beradu dengan cabai yang pedas menggigit. Pas dimakan saat udara panas mulai menyengat. Huah..huah..pedas manis asam rujak ini ternyata justru membuat saya terpacu untuk menuntaskan rujak buleleng ini!Buat peredam rasa pedas menggigit di mulut seporsi jajan Bali pun jadi penumpasnya.

Jajan Bali dan lumpia goreng warung Mira ini memang tersohor. Yang disebut jajan Bali ini terdiri dari aneka jajan pasar. Pisang rai, yang terbuat dari adonan tepung beras, santan dan pisang, mirip kue pisang. Kue lak-lak yang berupa serabi mini berwarna hijau, lupis mini berbentuk segitiga, lulut alias putu mayang dan gendar ketan hitam yang diiris tipis.

Semua jajan ini diracik jadi satu, ditaburi kelapa parut dan dikucuri sirop gula merah. Rasa jajannya gurih manis dan segar karena masih hangat. Sirop gulanya selain legit juga menebarkan aroma wangi yang menusuk hidung.

Perlahan dan pasti kesedapan jajan Bali inipun memenuhi mulut yang tak bisa berhenti berkunyah. Ya, siapa bilang makanan Bali tak sedap? Yang satu ini bukan hanya sedap tetapi juga murah. Dengan Rp. 10.000,00 sudah bisa makan 2 porsi menu yang sedap mengenyangkan!

sambal bongkot

Sambal Bongkot (Bali)

 

Bahan:
8 bh bawang merah, cuci bersih, iris halus
4 lbr bunga bongkot, cuci bersih, iris halus
1 sdm gula pasir
10 bh cabai rawit merah, iris
1 sdt terasi, bakar
1 sdt garam
3 sdm minyak goreng
1 bh jeruk limau

Pelengkap:
500 g ikan kuwe , bakar atau goreng

Cara Membuat:
1. Aduk bawang merah dan bunga bongkot, tambahkan 1 sendok makan garam, remas-remas hingga layu, lalu bilas hingga bersih, remas hingga air kering.
2. Tambahkan cabai rawit iris, terasi, garam secukupnya, dan minyak goreng, aduk rata.
3. Masukkan air jeruk limau, aduk rata. Hidangkan dengan ikan kuwe  bakar atau ikan kuwe  goreng.

Untuk 6 Porsi, Waktu 25 Menit

Tips:
- Bunga bongkot dikenal juga dengan nama kecombrang.
- 1 sendok makan garam pada saat meremas bawang merah dan bunga bongkot berguna untuk menghilangkan bau langu.

sudang lepet

ingaraja (BisnisBali) -Menu masakan tradisional khas di Kabupaten Buleleng unik, namun mengandung cita rasa tinggi. Salah satu desa yang cukup beragam memiliki menu masakan tradisional adalah, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Di desa ini menu masakan tradisional yang tidak asing lagi seperti sudang lepet, sayur undis, dan rujak kuah pindang. Satu lagi menu tradisional khas Sangsit yakni, sayur buangit.

Menurut informasi yang dihimpun di Desa Sangsit, Selasa (29/1) lalu menyebutkan, sayur buangit ini sudah dikenal di seluruh lapisan masyarakat di Bali Utara.

Hal ini tak bisa lepas lantaran harga sayur buangit ini cukup murah. Namun cita rasanya cukup menggoda lidah krama Bali di Buleleng. Rata-rata harga satu porsi sayur buangit Rp 500 hingga Rp 2.000.

Harga penjualan yang begitu murah, bagi pebisnisnya tidak terlalu dipermasalahkan walaupun keuntungan yang didapat sedikit. ‘’Hal yang penting resep masakan tradisional seperti sayur buangit ini tetap dikenal kami sudah bangga, walaupun keuntungannya sedikit,’’ kata seorang penjual sayur buangit, di Pasar Desa Sangsit.

Lebih lanjut pedagang tadi menuturkan, pengemar biasanya mengkonsumsi sayur buangit bukan untuk melengkapi nasi. Tetapi sayur buangit dikonsumsi secara tersendiri (nyambal). Ketika ditanya alasan mengapa sayur buangit tidak cocok digunakan pelengkap nasi, pedagang tadi mengaku tidak mengetahui dengan pasti.

Yang jelas sayur buangit enak dikonsumsi tersendiri. Demikian juga masalah asal-usul nama sayur buangit tidak diketahui dengan jelas. ‘’Kami sudah menerima resep ini dari pendahulu kami di sini, kalau sudah menyebut nama buangit pasti dari Desa Sangsit,’’ jelasnya.

Masalah persedian bahan baku sayur buangit, sumber tadi mengatakan, tidak sulit mendapatkan buangit. Cukup pergi ke sawah terutama di parit-parit sawah banyak tumbuh liar buangit yang enak disayur.

Cara pembuatannya, pertama sayur buangit dicuci hingga bersih. Langkah selanjutnya dibuatkan bumbu yang terdiri dari garam dan buah asem. Bumbu yang begitu sederhana ini kemudian dicampur dengan air secukupnya kemudian daun buangit dimasukkan dan masak hingga matang.

Sambil menunggu sayur matang, perlu disiapkan gorengan kedelai dan beberapa biji cabai muda. Setelah daun buangit matang, sayur sudah bisa dihidangkan. ‘’Rasanya enak kuah yang agak kecut dan gorengan kedelai yang gurih hanya terkandung pada sayur buangit asli Sangsit,’’ jelasnya.

Disinggung pegemar sayur buangit sumber tadi mengatakan, hampir seluruh lapisan masyarakat di Buleleng. Penggemar yang begitu banyak ini sebenarnya merupakan peluang untuk terus mengembangkan bisnis sayur buangit yang lebih luas.

Bahkan, para penjual buangit bertekad untuk memasarkan sayur untuk warga di luar Buleleng. Dengan demikian tak saja memberikan keuntungan yang lebih besar, tetapi resep masakan asli dari Buleleng ini menjadi lebih terkenal dan tidak punah dikubur oleh resep masakan modern.

Hanya saja penjual ini berharap peran dinas instansi terkait untuk memperhatikan para pedagang ini, terlebih mereka masih terbentur dengan kendala permodalan. ‘’Kalau boleh kami minta pemerintah bisa membimbing kami, sehingga usaha ini bisa lebih berkembang lagi,’’ tambahnya. *mud

jukut undis

ImageBAHAN :
1/4 kg Undis, direndam dengan air selama 12 jam.

BUMBU (dirajang):
a. 5 siung bawang merah
b. 3 siung bawang putih
c. garam secukupnya
d. trasi secukupnya
e. 1 btg sereh, dirajang
f. 7 cm lengkuas, dimemarkan
g. 2 lbr daun salam

CARANYA MEMBUAT :
1. Undis direndam selama 12 jam. Tiriskan. Cuci bersih.
2. Undis kemudian direbus sampai terlihat empuk (kalau kurang air, ditambah terus)
3. Haluskan semua bumbu, kecuali daun salam dan lengkuas. Selanjutnya digoreng dengan minyak. Angkat dan sisihkan.
4. Setelah undis terlihat empuk, masukkan bumbunya ke dalam rebusan undis tadi termasuk daun salam dan lengkuas.
5. Setelah masak, angkat dan sajikan.

BLAYAG

BLAYAG

Blayag 07:09 I Gede Wahyu Wara 3 comments Nama Kuliner : Blayag. Lokasi : Depan Pura Jagatnata Singaraja (lokasi lain di sekitar kota kalau ada tolong di share). Kisaran Harga : Rp5.000,00

/porsi. Deskripsi : Blayag adalah salah satu makanan khas masyarakat Bali khususnya Buleleng yang kini keberadaannya semakin jarang ditemui, salah satu penyebabnya adalah modernisasi dan persaingan pasar makanan yang menyebabkan masyarakat tidak mengembangkan kuliner lokal yang satu ini. Padahal kalau bicara masalah rasa, sudah barang tentu tidak kalah mantap dari masakan yang kini berkembang dalam masyarakat yang notabene adalah masakan luar negeri. Ketupatnya yang terasa nyangluh, serta bumbunya yang diracik sedemikian rupa membuat kuliner yang satu ini memiliki rasa yang khas yang membuatnya berbeda dengan masakan lainnya (pokoknya tidak kalahlah dari makanan-makanan paman sam). Apalagi kalau ditambah dengan renyahnya kacang komak membuat rasanya menjadi tambah top! (pengalaman pribadi). Sekarang banyak peminat mulai bermunculan kembali dikarenakan cita rasanya yang memang terkenang di lidah penikmatnya, hanya saja kedai penjual yang ditemui sudah semakin jarang. Kalau dilihat dari kacamata bisnis, peluang usaha penjualan blayag ini memiliki persentase yang menjanjikan, terbukti dengan antrian yang jarang sepi serta cepatnya habis persediaan (pengalaman pribadi lagi), namun mungkin karena proses produksinya yang terbilang rumit apalagi dengan manajemen yang masih tradisonal membuat para pedagang tidak bisa bertahan lama. Semoga ke depan kuliner-kuliner seperti ini bisa lebih berkembang dan kita bisa menikmatinya kapanpun dan dimanapun kita mau.

      Siobak

 

Bahan-bahan:
500 g Daging babi berlemak dan berkulit (bagian perut)
1/2 bungkus Char Siu bubuk
2 sdm Kecap asin
Merica, Garam, Gula
1/2 sdt Pekak bubuk
2 sdm Cuka masak

Cara membuat:

  1. Campur semua bahan bumbu, sisihkan.
  2. Iris bagian kulit babi sedalam 5 mm (seperti foto), lalu lumuri dengan bumbu.
  3. Bungkus dalam kantong plastik daging dan bumbu rendamannya, simpan dikulkas semalam.
  4. Keluarkan daging, panggang dalam oven panas 170°C sampai matang, sekali-sekali dioles bumbu hingga kulit renyah.
  5. Sajikan dengan bumbu taoco (taoco, gula, char siu)
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.