Skip to content

sudang lepet

October 26, 2012

ingaraja (BisnisBali) -Menu masakan tradisional khas di Kabupaten Buleleng unik, namun mengandung cita rasa tinggi. Salah satu desa yang cukup beragam memiliki menu masakan tradisional adalah, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng.

Di desa ini menu masakan tradisional yang tidak asing lagi seperti sudang lepet, sayur undis, dan rujak kuah pindang. Satu lagi menu tradisional khas Sangsit yakni, sayur buangit.

Menurut informasi yang dihimpun di Desa Sangsit, Selasa (29/1) lalu menyebutkan, sayur buangit ini sudah dikenal di seluruh lapisan masyarakat di Bali Utara.

Hal ini tak bisa lepas lantaran harga sayur buangit ini cukup murah. Namun cita rasanya cukup menggoda lidah krama Bali di Buleleng. Rata-rata harga satu porsi sayur buangit Rp 500 hingga Rp 2.000.

Harga penjualan yang begitu murah, bagi pebisnisnya tidak terlalu dipermasalahkan walaupun keuntungan yang didapat sedikit. ‘’Hal yang penting resep masakan tradisional seperti sayur buangit ini tetap dikenal kami sudah bangga, walaupun keuntungannya sedikit,’’ kata seorang penjual sayur buangit, di Pasar Desa Sangsit.

Lebih lanjut pedagang tadi menuturkan, pengemar biasanya mengkonsumsi sayur buangit bukan untuk melengkapi nasi. Tetapi sayur buangit dikonsumsi secara tersendiri (nyambal). Ketika ditanya alasan mengapa sayur buangit tidak cocok digunakan pelengkap nasi, pedagang tadi mengaku tidak mengetahui dengan pasti.

Yang jelas sayur buangit enak dikonsumsi tersendiri. Demikian juga masalah asal-usul nama sayur buangit tidak diketahui dengan jelas. ‘’Kami sudah menerima resep ini dari pendahulu kami di sini, kalau sudah menyebut nama buangit pasti dari Desa Sangsit,’’ jelasnya.

Masalah persedian bahan baku sayur buangit, sumber tadi mengatakan, tidak sulit mendapatkan buangit. Cukup pergi ke sawah terutama di parit-parit sawah banyak tumbuh liar buangit yang enak disayur.

Cara pembuatannya, pertama sayur buangit dicuci hingga bersih. Langkah selanjutnya dibuatkan bumbu yang terdiri dari garam dan buah asem. Bumbu yang begitu sederhana ini kemudian dicampur dengan air secukupnya kemudian daun buangit dimasukkan dan masak hingga matang.

Sambil menunggu sayur matang, perlu disiapkan gorengan kedelai dan beberapa biji cabai muda. Setelah daun buangit matang, sayur sudah bisa dihidangkan. ‘’Rasanya enak kuah yang agak kecut dan gorengan kedelai yang gurih hanya terkandung pada sayur buangit asli Sangsit,’’ jelasnya.

Disinggung pegemar sayur buangit sumber tadi mengatakan, hampir seluruh lapisan masyarakat di Buleleng. Penggemar yang begitu banyak ini sebenarnya merupakan peluang untuk terus mengembangkan bisnis sayur buangit yang lebih luas.

Bahkan, para penjual buangit bertekad untuk memasarkan sayur untuk warga di luar Buleleng. Dengan demikian tak saja memberikan keuntungan yang lebih besar, tetapi resep masakan asli dari Buleleng ini menjadi lebih terkenal dan tidak punah dikubur oleh resep masakan modern.

Hanya saja penjual ini berharap peran dinas instansi terkait untuk memperhatikan para pedagang ini, terlebih mereka masih terbentur dengan kendala permodalan. ‘’Kalau boleh kami minta pemerintah bisa membimbing kami, sehingga usaha ini bisa lebih berkembang lagi,’’ tambahnya. *mud

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: